MA Daruttauhid Malang: Haul Menjadi Momentum Meneguhkan Semangat Belajar dan Melanjutkan Perjuangan Ulama

Haul Akbar Pondok Pesantren Daruttauhid Malang
BERITA MADRASAH

KOTA MALANG – Peringatan Haul Akbar ke-24 Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, As Syekh Abdullah Awad Abdun, menjadi momentum yang penuh makna bagi keluarga besar Madrasah Aliyah Daruttauhid Malang. Bagi madrasah, haul bukan sekadar mengenang jasa seorang ulama, tetapi menjadi pengingat untuk melanjutkan perjuangan beliau melalui pendidikan, penguatan akhlak, serta pengembangan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus.

Sebagai bagian dari Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, MA Daruttauhid Malang memandang bahwa warisan terbesar As Syekh Abdullah Awad Abdun adalah keteladanan dalam mencintai ilmu, mengamalkan ilmu, dan mewariskannya kepada umat. Nilai-nilai tersebut terus menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah, sehingga peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan Prof. Dr. Habib Sayyid Aqil Husein Al Munawwar, M.A.
"Seorang ahli ilmu terus menambah ilmu. Jika sudah tidak mau belajar, bukan lagi seorang ahli ilmu."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Semakin berilmu seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk terus belajar serta berbagi manfaat kepada orang lain.

Keteladanan tersebut tercermin dalam sosok As Syekh Abdullah Awad Abdun yang dikenal sebagai ulama pencinta ilmu. Selain mengajar melalui majelis-majelis ilmu, beliau juga meninggalkan berbagai karya tulis yang hingga kini tetap menjadi sumber inspirasi. Warisan itu membuktikan bahwa ilmu yang diamalkan dan dituliskan akan terus hidup serta memberikan manfaat lintas generasi.

Pesan Habib Umar bin Ahmad Al Muthohar
"As Syekh Abdullah Awad Abdun mengajarkan agar kita melihat ke depan dan melihat ke atas. Melihat ke depan berarti memiliki cita-cita, sedangkan melihat ke atas berarti senantiasa mengangkat tangan memohon pertolongan kepada Allah SWT."

Pesan tersebut mengandung makna bahwa ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan. Umat Islam dituntut memiliki visi yang jauh ke depan, namun tetap menyandarkan seluruh harapan kepada Allah SWT melalui doa yang tulus.

Pesan Kepala MA Daruttauhid Malang

Menanggapi pesan-pesan para habaib, Kepala MA Daruttauhid Malang, Arif Sholehudin, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan arah pembinaan karakter peserta didik di madrasah.

"Kami berharap seluruh siswa MA Daruttauhid Malang menjadikan keteladanan As Syekh Abdullah Awad Abdun sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan. Teruslah belajar tanpa merasa cukup, hormati guru, perbanyak membaca dan menulis, miliki cita-cita yang tinggi, serta jangan pernah lelah mengangkat tangan untuk berdoa kepada Allah SWT. Insyaallah, ilmu yang dipelajari dengan niat karena Allah akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan," ujar Arif Sholehudin.

Ia menambahkan bahwa pesan para masyayikh tersebut selaras dengan implementasi Panca Cinta, khususnya Cinta kepada Allah dan Rasulullah yang diwujudkan melalui keimanan, ketakwaan, serta kedekatan kepada Allah SWT dalam setiap ikhtiar, dan Cinta Ilmu yang diwujudkan melalui semangat belajar sepanjang hayat, budaya literasi, serta keinginan untuk terus mengembangkan diri.

Menurutnya, madrasah juga terus mendorong lahirnya peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan bernalar kritis sehingga mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang beriman dan beradab.

Peringatan Haul Akbar ke-24 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang ulama tidak berhenti ketika beliau wafat. Perjuangan itu akan terus hidup selama ilmu dipelajari, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui semangat itulah MA Daruttauhid Malang berkomitmen untuk terus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, memiliki cita-cita besar, serta senantiasa menggantungkan harapan dan pertolongan hanya kepada Allah SWT. Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan As Syekh Abdullah Awad Abdun akan terus hidup melalui setiap langkah pendidikan yang dijalankan di lingkungan madrasah.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *